You are currently browsing the category archive for the ‘Tazkirah/Ilmu Agama’ category.

Dari Abdullah bin Mas’ud, katanya:”Bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: “Tiap-tiap Nabi yang diutus sebelum saya mempunyai pengikut-pengikut dan sahabat-sahabat yang terpilih dari umatnya masing-masing; mereka itu berpegang kepada contoh Nabinya dan menuruti perintahnya; kemudian setelah zaman itu berlalu mereka disambung oleh generasi yang hanya pandai berkata, tetapi tidak bekerja,dan bekerja tetapi tidak menuruti pedoman-pedoman Nabinya. Sesiapa menentang kaum itu dengan kekerasan, mu’minlah ia, menentangnya dengan perkataan, mu’min pula, dan menentangnya dengan hatinya mu’min juga; dan telah habislah iman dari orang-orang yang tidak menentang kemungkaran, walaupun dengan hatinya.”

(Riwayat Muslim)

Perjuangan melawan kemungkaran adalah menjadi dasar utama para nabi dan orang-orang yang beriman. Nabi Muhammad saw, seperti halnya nabi-nabi sebelumnya, menghadapi berbagai kesukaran sepanjang hidup baginda. Baginda berkorban meninggalkan harta dan berhijrah ke Madinah demi kelangsungan dakwah Islam.

Ini disebutkan di dalam al-Quran yang bermaksud :”Sesungguhnya, orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (al-Baqarah: 218)

Sebagai balasan atas pengorbanan tersebut, Allah memberikan khabar gembira dengan limpahan kebaikan dan rezeki di dunia. Hal ini disebutkan di dalam al-Quran yang bermaksud: “Sesiapa yang berhijrah di jalan Allah, nescaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Sesiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dimaksudkan), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..”(an-Nisaa:100)

Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman sama sekali tidak merasa takut atau gementar apabila menghadapi musuh. Semuanya adalah kerana keyakinan pada Allah bahawa Dia sentiasa bersama orang-orang yang benar seperti mana firman Allah S.W.T yang bermaksud: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (iaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu ia berkata kepada temannya, ‘Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita.’ Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentera yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (at-Taubah: 40)

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أُوْلَـئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللّهِ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(Surah Al-Baqarah 2: Ayat ke 218)

Sumber : iLuvIslam.com

Advertisements


Assalamu’alaikum,

It’s finally here…The blessed month of Ramadan! Are you thinking ‘oh no! It’s arrived so quick’ or ‘this is the moment I have been waiting for!’?

If you haven’t prepared for this day, don’t worry, I’ll be with you daily sharing productivity tips to help you make the most of this month inshaAllah.. =)

Let’s start with today’s tip, actually I have 3 tips for you:

1. Purify your intention for fasting, make sure it’s purely for Allah’s sake.
2. Set multiple alarms for as late suhoor as possible – Not to be missed!
3. Book 1 to 2 x 30 minute slots of Quran Reading each day (you can add more slots, but these should be your bare minimum for the day)

May Allah bless us and increase our iman throughout this Ramadhan,,InsyaAllah..

Sesudah manusia niat mengerjakan sesuatu dan mempunyai rasa optimis (Husnul Zhon) terhadap Allah, maka manusia dituntut untuk berdoa memohon diterima segala apa yang ia kerjakan kerana Allah Maha Kuasa sedangkan manusia makhluk yang sangat lemah yang selalu bergantung kepada-Nya.

Sebagai makhluk Allah yang lemah, manusia sangatlah sombong jika tidak mahu berdoa, Allah sangatlah murka terhadap orang-orang yang sombong.

Allah telah berfirman: “Berdoalah kepadaku pasti Aku perkenankan”.

Dan orang-orang yang sombong (tidak mahu berdoa) kelak mereka akan masuk kedalam Neraka Jahanam secara hina” (Al-mukmin:60)

“Dan apabila hamba-hambaku menanyakan kepadamu tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat . Aku memperkenankan permohonan ( Doa ) seseorang bila ia memohon kepada-Ku. Kerana itu hendaklah ia mentaati segala perintahku dan beriman kepada-Ku semoga ia selalu dalam kebenaran”. (Al-baqarah:186)

Doa yang dikabulkan oleh Allah adalah doa yang dilakukan dengan Ikhlas, Khusyuk penuh Tawadhuk (rendah hati), yakin akan diterima dan dilakukannya sesuai dengan adab-adab doa yang baik.

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara lembut (khusyuk). Sesungguhnya Allah tidak menyenangi orang-orang yang berlebihan“. ( Al-a’rof:55 ).

“Padahal mereka tidak diperintahkan sesuatu melainkan untuk beribadah kepada Allah dengan Ikhlas (tulus) dan Tekun”. (Al-bayyinah:5).

Menurut Ahli tafsir : Berdasarkan ayat diatas semua permohonan (doa) hamba Allah pasti diterima, Cuma cara Allah menerima doa hambanya berbeza-beza.

Ada tiga cara Allah menerima doa hambanya:

1. Dikabulkan Secara Langsung.

Doa yang diterima secara langsung adalah doa seorang hamba Allah yang sangat dekat kepada Allah SWT, dilakukan dengan baik dan Allah menganggap permintaannya harus segera diterima. Doa para Wali Allah dan doa orang yang sedang dianiaya sedangkan ia dalam keadaan lemah dan terdesak biasanya Allah menerima doa mereka secara langsung. “Ketahuilah sesungguhnya Wali-wali Allah itu tidak merasa takut dan tidak pula merasa duka cita terhadap Tuhannya ( Allah ).Mereka adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Untuk mereka berita gembira dalam kehidupan di dunia dan akhirat, tidak ada perubahan sedikitpun dalam janji-janji Allah ( terhadapnya ). Itulah keberuntungan yang sangat besar”. ( Yunus:61-64 ).

Sabda Nabi SAW: ” Doanya orang yang teraniaya (lemah dan terdesak) tidak ada Hijab / dinding antaranya dan Allah SWT”.

2. Dikabulkan dengan Cara Berproses.

Allah mempunyai rahsia yang tersembunyi yang tidak dapat diketahui hakikatnya oleh manusia kecuali atas kehendak-Nya, manusia hanya diperintahkan untuk berdoa memohon sesuatu yang baik . Allah SWT yang menentukan menurut kehendaknya Yang Maha Kuasa. Kata seorang Ahli tauhid: ” Manusia hidup mempunyai harapan dan doa sedangkan Allah mempunyai Iradat ( Kehendak )” .

Secara Biologi manusia diciptakan Allah SWT mempunyai sifat tergesa-gesa dan segala sesuatunya ingin secara ringkas dan cepat, padahal segala sesuatu harus melalui proses , kesabaran dan ketekunan ( mujahadah ) yang tinggi untuk mendapatkan hasil yang baik dan sempurna.

“Dan manusia itu diciptakan oleh Allah bersifat lemah ”. (An-nisa:28) “Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat gelisah dan kedekut. Manakala ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan manakala mendapat keuntungan ia menjadi kedekut. Tidak demikian dengan orang-orang yang mendirikan sholat”. ( Al-maarij:19-22 ).

Apabila manusia memohon sesuatu, contohnya: “Ya Allah sembuhkan penyakit kami atau Ya Allah berilah kami rezeki yang melimpah” tanpa diiringi dengan ketekunan dan usaha serta tidak bertaqwa kepadaNya maka Allah akan menolak doa tersebut sehingga orang tersebut sungguh-sungguh berusaha dan bertaqwa.sebab Allah Maha Mengetahui , jika orang tersebut doanya segera diterima kemungkinan ia akan lupa kepadaNya dan melakukan kejahatan.

3. Doa disimpan sebagai Amal Shaleh di Luh Mahfuz.

Doa disamping bersifat memohon sesuatu juga mempunyai Dimensi ibadah kerana doa sesungguhnya adalah ibadah yang mendapat pahala apabila dikerjakan dan pahala itu akan kita ambil nanti di akhirat. Sabda Nabi : “Doa itu adalah ibadah”. “Doa adalah otaknya ibadah”. Kata seorang pujangga: “Dunia ini tempat bercucuk tanam dan akhirat tempat memungut hasilnya”….. berdoalah kepada Allah dalam semua keadaan, Allah lebih suka kita berdoa ketika kita dalam kesenangan kerana ia lebih Ikhlas jika dibanding dengan doa dalam keadaan kesempitan.

Selamatkan Gaza

Sahabat Al-Quran

Sahabat Al-Quran ditubuhkan dengan visi untuk melahirkan profesional Muslim yang beriman, beramal dan bertaqwa untuk mendapat keampunan dan keredhaan Allah s.w.t. serta menjadi platform khususnya dalam mendalami Islam melalui Al-Quran serta memartabatkan warga UNITEN dengan penghayatan Al-Quran.
September 2017
M T W T F S S
« Nov    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Blog Stats

  • 10,771 hits